HALAMAN EMPAT

Aku rindu
Ketika suara hujan datang
Karena riuh gemerciknya pernah menahanmu disini
Membuatku menikmati wajah lugumu
Dan setiap lekuk seyum manjamu
Melumpuhkan system saraf tubuhku

Aku Rindu
Jika lagu ini terdengar
Karena tiap liriknya melukiskan resah gundah gulana tanpamu
Terperangkap sepi ketika kau tak ada disisi
Dan tiap chord mayor minornya
Mengingatkan pertarunganku melawan hari-hari sepi tanpamu

Aku Rindu
Jika pagi datang
Karena saat itu aku bisa menjadi lonceng hatimu
Membangunkanmu dari persembunyian di balik selimut abu-abumu
Lebih pagi dari suara kokokan ayam jago

Aku juga rindu
Jalan setapak ini
Meski gang sepi tak bertuan ini becek saat di guyur hujan
Belum lagi aroma busuk sampah yang berceceran
Karena disitu, tempat kau datang dan tersenyum
Menyapaku pelan

Tapi,
Aku paling benci
Ketika jam pulang kerja datang
Karena saat itu kita terpisah oleh rentang waktu yang tak tentu
Membuatku tersiksa batin

Dan aku juga paling tak suka
Waktu malam hari dan disertai mendung pekat
Karena biasanya di saat itu aku melihat rasi bintang yang menyatu
Dan terangkai menjadi sebuah lekukan senyummu

Maka, teruslah kau isi lamunanku
Dengan begitu aku bisa merindukanmu dengan tenang

Diterbitkan di: on April 16, 2009 at 1:08 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://izzall.wordpress.com/2009/04/16/halaman-empat/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.