Surat

Surat Untuk
Adinda

Mendapatkan Bidadari Pagiku
Di
tempat

Dengan hormat,

Adinda,

Jika adinda suruh diriku memanjat pohon kelapa dan memetikan buahnya untuk melegakan dahagamu, akan kukerjakan
Jika Adinda suruh diriku untuk menyelam untuk mengambilkan satu set kerang beserta mutiaranya, akan kulaksanakan
Jika Adinda suruh diriku melakukan terjun payung dari ketinggian ratusan meter hanya untuk sekedar membuat adinda terseyum, aku ikhlas

Tapi, jangan harap akan kulakukan
Jika Adinda menyuruhku berjalan memunggungimu dan meninggalkan Adinda sendirian.

Tak akan pernah !!!

Salam Hangat
Dari pengagum besarmu

Published in: on Juli 1, 2009 at 3:23 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

When…..

ketika kau harus menangis
dan hatimu masih terus pedih
Allah Swt. sudah menghitung air matamu

Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu
dan waktu terus berjalan begitu saja
Allah Swt. sedang menunggu bersamamu

Ketika kau terjatuh hancur
dan merasa telah menjadi keping-keping layaknya kaca
Allah Swt. sedang memberikanmu tanda-tanda cinta-Nya

Ketika kau harus mencintai seseorang
namun kau tahu cintamu tak terbalas
Allah swt. tahu apa yang ada dihadapanmu dan dia telah mempersiapkan sesuatu yang spesial dan terbaik untukmu

rintih tangis orang yang bertaubat lebih dicintai-Nya
daripada gemuruh badai suara orang yang beribadah
Penyesalan, kesedihan, rasa remuk redam hati orang yang berbuat dosa
lebih baik dari pada kesombongan ahli ibadah terhadap amal-amalnya

nb:Untuk perempuan yang simpel dan berpikir praktis. mendambakan cinta yang sederhana dan tidak dangkal..

Published in: on Juli 1, 2009 at 2:56 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Pesan Cinta

apakah kau tahu yang sebenarnya dikatakan cinta padamu ??

bisikan …
teriakan….
atau diam sunyi….

tak pernah tahu…
tak akan ada batasannya

tapi,
tak ada ruang lagi untuk kau bersembunyi
tak ada celah…

jika kau kayuh perahu kebanggaanmu menuju benua seberang
maka akan kau lihat disepanjang samudera
puisi yang terilham darimu

jika kau terbang tinggi
berusaha menghilang di balik awan-awan itu
maka akan kau liat
perlahan dan pasti
awan melengkungkan seyum indah yang kuberikan istimewa
untukmu

jika kau lari dan bersembunyi di lorong bawah tanah sekalipun
kau akan terkejut
ketika dinding-dindingnya menggaung
meneriakan namaku untuk mu
untuk dikenang dalam hatimu

maka…untuk apa kita seperti ini
tak mengacuhkanku….tapi aku diam
bukan tak berarti tak berbuat apa pun
namun…
pesan cintaku yang bicara
dan menjadi siluetmu sepanjang waktu

Published in: on Juli 1, 2009 at 2:36 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.