Mungkin dia tak kan pernahtau untuk hal yang satu ini. menjadi manusia yang paling bodoh. . Untuk berbicara saja aku perlu kursus otodidak berjam-jam di depan kaca seperti layaknya berpidato di istana Negara. Tapi ku acuhkan semua itu dengan memantapkan hati, menghadapi segala kemungkinan terburuk dan…yeah tentunya kemungkinan termanis. Kusiapkan ekspresi terbaikku, entah itu pada saat manis (senyum simpul sedikit layaknya drama korea) atau senyum kecut tertahan saat yang terpahit.