JILID TAMBAHAN

tok..tok…tok..
gaduh suara sandalmu yang biasa melangkah anggun bak bidadari yang jatuh dari langit dan mencari jalan untuk pulang ke khayangan.
dan setiap sang surya menampakan batang hidungnya
aku selalu di situ, di tempat biasa
berdiri mematung, namun imajinasi terhanyut
berkeliaran mencari satu sosok sederhana
tak bersayap, tak bercahaya
namun di langit dan kolong hatiku
kau tetap bidadari hatiku

tok…tok..tok
suara itu masih menggema di seatero langit-langit hatiku
dan di etalase ini..
di tempat berukuran lebarnya kurang dari 2 meter
yang sesak oleh barang-barang berharga, bercampur debu tebal
kedua bola kita bertemu untuk pertama kalinya
dipertemukan oleh skenario Tuhan
disusul oleh nyanyian hatiku
dengan backsound
denyut nadi berdenyut abnormal
detak jantung berdetak diluar kewajaran
keringat dingin jatuh mesra menghujani kedua sisi dahiku
plus sindrom gagap sebagai musik orkestranya

tok…tok…tok….
dan ketika kau lewat
seluruh kalimat puitis yang kurangkai semalam suntuk lenyap tak berbekas. aku sersihir. kau seperti berjalan di atas karpet merah dengan puluhan body guard bertato ratusan dengan gambar beraneka ragam:naga, macan kumbang, ular, sampai kucing anggora. plus berkacamata hitam ala tukang pijat , serta otot-otot sebesar batu kali. belum lagi cahaya kamera yang susul-menyusul berebut mengabadikan rupa anggunmu itu, membuat aku nelangsa dengan kebodohanku karena aku berteriak sekuat tenaga, berusaha menyentuhmu. jarak kita padahal dekat, tak ada barang semeterpun, namun imajinasi yang menyeret dan melemparku jauh berkilo-kilo sehingga aku hanya bisa menatapmu tersenyum, melambaikan tangan, lalu berjalan pergi.kau benar-benar racun manisku yang berhasil melumpuhkan ragaku, melumpuhkan otakku, dan meruntuhkan logikaku.

tok..tok..tok..
suara itu masih menggaung di dalam lorong hatiku
dan akan terus begitu

Published in: on April 5, 2009 at 3:58 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID DUA BELAS

Ini jilid terakhir dari tulisan keduaku
dan kau sudah kuberi tahu aturannya
Terserah apa maumu, mau kau apakan karyaku ini
Tapi cobalah berinovasi kali ini
Mungkin dengan melaminating perlembarnya
Atau mengfigurakannya satu-satu
dan menempelkannya di setiap sudut dinding kamarku
dengan begutu, aku akan lebih tenang
Karna setiap kalimat yang tersusun atas ribuan alfabetis ini
Adalah sebuah aplikasi inspirasi
Dari setiap satu senyum simpul di sudut bibirmu

Published in: on April 3, 2009 at 2:57 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID SEBELAS

Lagi-lagi
Puisi ini hanya beberapa lembar
Bisa dihitung tanpa menggunakan kalkulator
Tapi,
Jika kau tahu berapa jumlah puisi yang ada di rumahku
Kau akan takjub
Yang jika dipajang perlembarnya
Bisa memenuhi seluruh dinding istana presiden
Yang jika kau lihat satu persatu
Kau tak akan menemukan deretan alfabetis beraroma puitis
Melainkan gambar seorang wanita sederhana
Dan bersayap di bahunya

“itu kau, bidadari pagiku”

Published in: on April 3, 2009 at 2:56 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID SEPULUH

Jika kau pernah berbelanja di Sebuah Swalayan
Dan membeli dan merasakan manisnya kecap
Atau sirup rasa anggur
Atau juga teh osmo filter
Bahkan mungkin gula batu kristal 1 kilo
Maka,
Seyummu lebih manis 1000 x lipat
daripada itu semua

Published in: on April 3, 2009 at 2:55 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID SEMBILAN

Tak ada yang bisa menghentikanku

Jika aku harus berlari
Akan kulakukan
Walau sendi-sendi kakiku terlalu lelah untuk sekedar berjalan
Jika aku harus menunggu
Akan kulakukan
Meski lamanya seperti menunggu jatuhnya komet halley
Jika aku harus berenang
Akan kulakukan
Meski dengan resiko aku tenggelam di tengah samudra

Sekarang, kau mengerti kan?
Tak ada yang bisa meruntuhkan niatku
Untuk meluluh lantakan hatimu

Published in: on April 3, 2009 at 2:52 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID DELAPAN

9 Tempat Keajaiban Dunia yang baru yang dilihat dari atas langit :

1. Taj Mahal, India
2. Colosseum, Roma
3. Patung Yesus Penebus, Brasil
4. Petra, Yordania
5. Chichen Itza, Mexico
6. Machu Picchu, Peru
7. Great Pyramid of Giza, Mesir
8. Great Wall of China, China
9. Tempat kerjamu, Indonesia
(dimana kedua bola mata kita bertemu untuk pertama kalinya oleh skenario Allah swt.)

Published in: on April 3, 2009 at 2:50 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID TUJUH (Doc.2)

Mungkin,
belum pernah kau melihat pelangi saat hujan reda
atau tetes embun yang jatuh kala pagi buta
dan suara jangkrik yang saling bersahutan

cobalah,
sekali saja kau lakukan itu
dan tutup matamu sejenak
kalau bisa, panca indramu yang lain juga
tunggu beberapa saat
dan bukalah perlahan-lahan
tapi bukan denotasi
tapi mata hatimu, telinga hatimu
dan panca indra hatimu yang lain
biarlah mereka merasakan
pesan kangen yang kutitipkan pada sabda alam

Published in: on April 3, 2009 at 2:48 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID ENAM

Simpanlah beberapa lembar puisi ini
Simpanlah yang rapi, dimanapun letaknya
Namun jika hilang di bawah bantalmu, tak apa-apa
Atau tersingkir dari lemari pribadimu, pun tak mengapa
Atau mungkin terselip dan terbawa oleh orang lain,
Aku juga tak akan marah
Bahkan mungkin dengan sengaja kau buang puisi ini
Aku tegar
Asal jangan pernah kau musnahkan aku dari otakmu

Published in: on April 1, 2009 at 11:33 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID LIMA

Puisi ini hanya beberapa lembar
Namun bisa kugandakan dan kujilid hingga tebal
Biar menyaingi kamus manapun di perpustakaan
Yang jika kau baca, kamu hanya akan menemukan tiga kata
Yang terus menerus diulang

“kau bidadari pagiku”

Published in: on April 1, 2009 at 11:31 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

JILID EMPAT

Seperti bintang-bintang, hilang di telan malam
Bagai harus melangkah, tanpa ku tahu arah
Lepaskan aku dari, derita tak bertepi
Saat kau tak disini

Seperti dedaunan, berjatuhan di taman
Bagaikan debur ombak, mampu pecahkan karang
Lepaskan aku dari, derita tak bertepi
Saat kau tak disini

Saat kau tak ada, atau kau tak disini
Terpenjara sepi
Kunikmati sendiri

Tak terhitung waktu, tuk melupakanmu
Aku tak pernah bisa
Dan aku tak akan pernah bisa

(jikustik-saat kau tak disini)

Published in: on April 1, 2009 at 11:27 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.